Setidaknya 11 rumah di lereng Gunung Prahu wilayah Desa Tretep Kecamatan Tretep Temanggung rusak akibat puting beliung yang bertiup di daerah tersebut, Senin (8/2). Tidak ada korban jiwa, namun sejumlah warga terpaksa mengungsi ke rumah saudara karena rumahnya tidak bisa ditempati untuk sementara waktu. Kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.

d0cde56aec824e0c3f28b6261fe04414_thumb

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Agus Sudaryono Selasa (9/2) mengatakan kejadian berlangsung singkat Senin siang sekitar pukul 13.00 WIB. Waktu itu di wilayah selatan lereng Gunung Prahu tersebut mendung tebal, udara dingin dan hujan rintik. ” Hingga kemudian angin bertiup kencang sekitar 5 menit yang memporak-porandakan atap sekitar 11 rumah di Desa Tretep,” katanya.

Rumah yang mengalami kerusakkan sedang di RT 1 RW 2, yakni milik Ponari kerugian Rp 17 juta, Junaidi Rp 11 juta, Supardi Rp 10 juta. Atap tiga rumah ini kabur terbawa angin. Mereka mengungsi di rumah saudara, yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Selain itu, terangnya rumah yang rusak adalah milik Nuryanto, Suyadi, Sabar, Sayuti, Suparman dan Timbang dengan kerugian masing-masing Rp 5 juta. Di RT 3 RW 1 Desa Tretep rumah yang rusak milik Mistriyah dengan kerugian Rp 7 juta dan Urip Rp 5 juta.

Dikatakan BPBD telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako, pakaian, famili kit dan susu pada para korban, Senin sore, sambil membantu perbaikan rumah. Bantuan berupa bahan bangungan dan uang tunai akan diberikan beberapa waktu kedepan, sebab kini sedang proses pencairan.

Disampaikan, TNI, Polri, BPBD dan warga sedang kerja bakti untuk perbaikan rumah yang rusak. Dinas Sosial dan PMI juga menyalurkan bantuan sosial pada keluarga korban puting beliung. ” Kami menghimbau pada warga yang tinggal di daerah rawan puting beliung seperti di lereng gunung untuk waspada,” katanya.

sumber

Comments

comments