Home / Berita / 51 Persen Guru SD di Temanggung Bukan PNS

51 Persen Guru SD di Temanggung Bukan PNS

Separuh lebih dari para guru SD negeri di Kabupaten Temanggung, saat ini bukan PNS (non-PNS). Mereka merupakan guru honorer atau wiyata bhakti yang diangkat sekolah bersangkutan untuk membantu kegiatan belajar mengajar di SD tersebut.

Meski dengan para gurunya berstatus non-PNS itu kegiatan belajar mengajar di SD-SD itu tetap berjalan dengan baik, namun pemkab tetap diminta mengupayakan agar guru-guru yang bertugas di SD itu berstatus PNS. Mengupayakan semua guru SD diisi PNS tanggung jawab pemkab.

guru-terus-menggunakan-kurikulum-2013

Sekretaris Dinas Pendidikan, Zaenal Faizin, di kantornya, akhir pekan lalu mengatakan, dari hampir 4.000-an guru SD negeri di Kabupaten Temanggung, sebanyak 51 persen bukan PNS, atau hanya 49 persen yang PNS. Mereka tersebar pada SD-SD negeri di 20 kecamatan se-Kabupaten Temanggung.

‘’Sebanyak 49 persen guru SD negeri berstatus PNS dan 51 persen non-PNS itu data 2015. Kalau saat ini, kemungkinan persentase jumlah guru non-PNS itu sudah bertambah lebih besar lagi dibanding guru PNS,’’tuturnya.

Hal tersebut dimungkinkan, karena pada 2016 terdapat guru SD negeri PNS yang memasuki masa pensiun. Namun, di sisi lain, pada tahun ini tidak ada perekrutan PNS guru SD yang dilaksanakan pemkab, sehingga guru-guru PNS yang pensiun itu tak tergantikan.

Dikatakannya, keberadaan para guru non-PNS tersebut juga tidak merata di setiap kecamatan, atau bahkan di sekolahan-sekolahan. Yakni, terdapat kecamatan-kecamatan yang memiliki guru non-PNS banyak, dan di kecamatan-kecamatan lain tidak terlalu banyak.

‘’Guru-guru non-PNS itu banyak terdapat di SD-SD yang terletak di daerah-daerah pinggiran Kabupaten Temanggung,’’tandasnya.

loading...

Zaenal mengungkapkan, peran para guru non-PNS dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di sekolahan-sekolahan tersebut sangat penting. Bahkan, karena terbatasnya jumlah guru PNS di SD-SD itu, penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah tersebut bisa jadi tidak akan berjalan, tanpa adanya para guru non-PNS.

Menurutnya, meski para guru non-PNS itu hanya mendapatkan imbalan Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu perbulan, akan tetapi semangat dan dedikasi mereka kepada pekerjaannya tetap tinggi. Bahkan, beberapa diantara mereka mungkin kemampuannya dalam mengajar melebihi daripada guru-guru PNS yang telah senior.

Zaenal mengatakan, pemkab memiliki tanggung jawab untuk menyediakan guru PNS di SD-SD negeri tersebut. Karena itu, upaya untuk merekrut guru-guru PNS guna ditugaskan di SD SD negeri, atau menjadikan guru non-PNS yang memenuhi syarat sebagai PNS harus terus dilakukan.

‘’Pemkab harus melaporkan data yang sebenarnya mengenai kekurangan guru PNS ini ke pusat, agar mendapatkan perhatian dan memberikan kesempatan untuk merekrut guru PNS. Kalau laporannya menyatakan guru SD di Temanggung sudah cukup, maka pusat tidak akan merekomendasikan perekrutan guru PNS baru lagi,’’paparnya.

sumber : suaramerdeka.com/(Henry Sofyan/CN39/SM Network)

Comments

comments

About admin

Portal Info kota Temanggung

Leave a Reply

x

Check Also

Petani lereng Gunung Sindoro Temanggung tanam tembakau

Para petani lereng Gunung Sindoro ...

©2017 Made With Love in Temanggung