Home / Berita / Berkah kemarau bagi perajin batu bata di Temanggung

Berkah kemarau bagi perajin batu bata di Temanggung

Musim kemarau tampaknya membawa berkah tersendiri bagi para perajin batu bata merah. Pasalnya, banyaknya terik panas matahari disertai hembusan angin cukup kencang menyebabkan jumlah produksi mereka melonjak drastis dari biasanya.

Seperti yang dialami para perajin di Desa Madureso Kecamatan/Kabupaten Temanggung. Memasuki musim kemarau seperti ini, jumlah produksi mereka meningkat hingga empat kali lipat dari musim penghujan. Jika biasanya produksi hanya berkisar di 300 sampai 500 buah per hari, kini menjadi 2.000 buah batu bata merah per harinya.

Sumpeno, salah seorang perajin setempat menuturkan, peningkatan jumlah produksi tersebut disebabkan oleh banyaknya panas yang mempermudah proses pengeringan hingga pembakaran tanah liat.

Terlebih, kualitas bahan baku berupa tanah liat cenderung lebih ditambah bahan yang mudah mereka dapatkan setiap harinya.

“Kalau musim hujan jelas produktivitas perajin batu bata seperti saya menurun. Sulit untuk kami mengeringkan tanah liat yang sudah dicetak. Beda kalau panas kan mudah untuk pengeringannya,” jelasnya, Selasa (5/9).

Seiring bertambahnya jumlah produk yang dapat dihasilkan, saat ini perajin mengaku mampu memperoleh keuntungan berlipat ganda hingga Rp 5 sampai Rp 7 juta setiap bulannya dari laba hasil penjualan.

Dijelaskan, mengingat kualitas yang senantiasa terjaga, produk batu bata merah asal Kabupaten Temanggung pun diminati oleh kalangan luas. Tak hanya di seputaran wilayah Temanggung, namun juga dikirim ke daerah lain seperti Magelang, Wonosobo, Purworejo, Semarang, dan beberapa wilayah di Yogyakarta.

“Lumayan kalau seperti ini cuacanya kita bisa dapat keuntungan yang lebih baik,” pungkasnya.

sumber : merdeka.com

Comments

comments

About admin

Portal Info kota Temanggung

Leave a Reply

x

Check Also

4 Miliar Tambahan Premi JKN

Pemerintah Kabupaten Temanggung membayar premi ...

©2017 Made With Love in Temanggung