Bupati Temanggung, Bambang Sukarno mengaku kecewa dengan pembangunan Pasar Candiroto. Mengingat konstruksi atapnya dinilai kurang tepat, sehingga tempias saat hujan.

bupati-temanggung-bambang-sukarno
pic : suaramerdeka.com

“Selain itu, lorong antarlos yang terlalu sempit membuat pembeli tidak nyaman,” katanya usai meresmikan Pasar Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (29/9).

Ia meminta dinas terkait untuk menganggarkan perbaikan atap pasar dan los sehingga aktivitas warga di pasar menjadi nyaman. Anggaran diajukan pada tahun 2016 di RAPBD 2017 besarannya disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, juga dianggarkan penataan terminal di dekat Pasar Candiroto.

Bupati juga mengingatkan para pedagang pasar tidak memasang instalasi listrik sendiri dan serampangan, apalagi tidak menggunakan peralatan listrik standar, karena hal itu pangkal terjadinya kebakaran. Bila terjadi kebakaran, yang merugi adalah pedagang sendiri. “Instalasi listrik harus standar. Bila memasang, harus memanggil petugas PLN. Jangan sampai terjadi kebakaran,” imbuhnya.

Ia menuturkan bahwa pada tahun 2017 Pemkab Temanggung berencana membangun sejumlah pasar tradisional, antara lain, Pasar Kerkof dan Pasar Kranggan. Anggarannya berasal dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Temanggung Ronny Nurhastuti mengatakan bahwa pembangunan Pasar Candiroto berlangsung dua tahap. Pada tahun 2014 dengan nilai kontrak Rp 2,4 miliar dan pada 2015 dengan nilai kontrak Rp4,04 miliar.

“Pembangunan tahap pertama untuk 198 unit los dan tahap kedua membangun 78 kios serta fasilitas pendukung, seperti kantor pasar dan pos satpam,” tandasnya. (jn19/ant)

sumber : jowonews.com

Comments

comments