Home / Berita / Harga Kopi di Temanggung Merangkak Naik

Harga Kopi di Temanggung Merangkak Naik

Memasuki pekan keempat bulan September 2016, harga kopi di tingkat petani di Kabupaten Temanggung terus mengalami peningkatan.

kopi-temanggung

Hal tersebut disambut gembira oleh para petani karena mendapat keuntungan sehingga bisa untuk modal pengolahan musim depan.

Ipah (62), petani kopi di Kecamatan Gemawang mengatakan, saat ini kopi basah di tingkat petani dihargai Rp 6.000 per kilogram, atau telah naik daripada masa awal panen di bulan Juli lalu, yakni Rp 4.000 per kilogram.

Kenaikan itu juga terjadi pada kopi beras (kering tanpa kulit), di harga Rp 23.000, naik dari sebelumnya Rp 20.000 per kilogram.

“Kalau saat ini panen sudah masuk masa akhir dan kami menjualnya dalam bentuk kopi basah maupun kering kepada pedagang besar. Kami berharap panen pada musim berikutnya akan semakin baik, dan karena saat ini masih ada hujan semoga bunga kopinya nanti akan lebih banyak,” ujarnya Selasa (20/9).

Yumi (45), petani kopi Desa Muntung, Kecamatan Candiroto menuturkan pekan lalu harga biji kopi basah masih dikisaran Rp 5.000 hingga Rp 5.500 per kilogram.

loading...

Sedangkan biji kopi kering Rp 21.000 per kilogram. Diakuinya musim kali ini meski tidak drastis namun perlahan harga terus merangkak naik.

Umar (62) menerangkan, meski harga jual mengalami kenaikan akan tetapi secara kuantitatif jumlah panen kopi yang dihasilkan pada musim ini justru turun.

Penyebabnya adalah cuaca di mana saat masa berbunga curah hujan terlalu tinggi sehingga banyak bunga rontok.

“Di lahan saya pada saat normal dari 260 batang pohon bisa menghasilkan setidaknya 1,2 ton biji kopi, akan tetapi saat ini turun hanya panen sekitar 1 ton saja. Kopi itu harus mendapat panas dan sebaliknya juga siraman air hujan yang ideal, kalau terlalu banyak atau kurang juga hasilnya tidak maksimal,”terangnya.

Di Kabupaten Temanggung sentra kopi robusta terdapat di delapan kecamatan dengan total luasan tanam mencapai 10.000 hektare, yakni Kandangan, Kaloran, Bejen, Candiroto, Jumo, Pringsurat, Kedu, dan Kranggan.

Adapun sentra kopi arabika terdapat di tiga kecamatan, yakni Kledung, Bulu, dan Ngadirejo, dengan total luasan tanam sekitar 1.500-2.000 hektare.

sumber : suaramerdeka.com / (Raditia Yoni Ariya/CN34/SM Network)

About admin

Portal Info kota Temanggung

Leave a Reply

x

Check Also

Ganjar Angkat 1000 Kuda Lumping jadi Event Wisata Dahsyat

Pada era gubernur terdahulu, kuda ...

©2017 Made With Love in Temanggung