Home / TMGpedia / Hikayat Berdirinya Kelenteng Hok Tek Tong Parakan

Hikayat Berdirinya Kelenteng Hok Tek Tong Parakan

Dari berbagai sumber yang kami gali,belum ditemukan adanya catatan resmi yang menyebutkan tahun pendirian Kelenteng Hok Tek Tong Parakan, namun ditemukan beberapa tulisan yang menceritakan secara singkat asal usul dari  Toapekong yang  dipuja sebagai tuan rumah ditempat tersebut, yaitu Kongco Hok Tek Ceng Sin.

11909292_394156870781262_358765846_n

poto : instagram.com/adi_kohlee/

Semua ini diawali setelah pergerakan revolusi  Raden Ontowiryo, yang dalam sejarah tanah air dikenal sebagai Perang Diponegoro (1825-1830) yang sangat dikenal oleh semua lapisan masyarakat. Perang ini menimbulkan kepanikan yang sangat hebat bagi masyarakat  Semarang, Yogya, hingga seluruh wilayah Kedu hingga Banyumas. Hampir seluruh penduduk kota diliputi kecemasan dan ketakutan, mereka berebut untuk mengungsi ke desa-desa yang dirasa jauh dan keadaannya lebih aman.

 Pada waktu itu ada seorang tionghoa totok yang tinggal di daerah Semawung, daerah Kutoarjo, yang telah bermimpi mendapat wangsit dari Thouw Tee Kong yang ada dalam kelenteng Semawung, supaya dibawa ke  kota Parakan yang dikatakan ada lebih “jodoh” baginya. Selanjutnya, Sinbing itu berjanji akan menjaga keselamatan tionghoa totok tersebut di sepanjang perjalanan yang penuh dengan mara bahaya.  Didorong  oleh kuat dan teguhnya rasa percaya, tionghoa totok tadi segera mempersiapkan barang bawaan yang dianggapnya penting dan pada tengah malam itu juga ia segera pergi ke kelenteng Semawung. Thouw Tee Kong segera dipondongnya keluar, ia kemudian mengambil jalan pedusunan kecil supaya tidak berpapasan  dengan tentara revolusi. Pada saat lelah ia berhenti beristirahat dalam hutan, kemudian menyeberang sungai, melewati padang belantara yang saling sambung menyambung dan waktu malam menginap di desa yang sunyi.

Pada suatu pagi waktu hari masih gelap,ia lewat di depan kelenteng Magelang (pada waktu itu masih berada di daerah Ngarakan) yang pada saat itu masih sunyi senyap. Ia kemudian melepas dan mengambil “Tokwie” meja depan untuk digunakan membungkus Sinbing itu agar lebih aman dibawa, dikarenakan perjalanan yang masih jauh.  Ia kemudian kembali melanjutkan perjalanan melewati jalan desa yang kecil menembus dusun yang sunyi, sehingga kesulitan yang dihadapinya pastilah amat banyak.

baca selengkapnya –>  budaya-tionghoa.net

Comments

comments

About admin

Portal Info kota Temanggung

Leave a Reply

x

Check Also

Sejarah : Stasiun Temangggung

Pembangunan Stasiun Temanggung untuk mengakomodir ...

©2017 Made With Love in Temanggung