Home / Berita / Ikan Uceng bakal jadi ikon perikanan Kabupaten Temanggung

Ikan Uceng bakal jadi ikon perikanan Kabupaten Temanggung

Pemerintah Kabupaten Temanggung berencana untuk menjadikan uceng sebagai salah satu ikon daerah baru, selain komoditas tembakau dan kopi yang telah terlebih dahulu tersohor.

Uceng merupakan salah satu jenis ikan yang hidup liar di sungai – sungai besar. Harga per kilogram ikan ini tergolong cukup mahal, Rp 100.000 per kilogram untuk yang masih mentah dan Rp 200.000 sampai Rp 300.000 ribu per kilogram apabila telah diolah menjadi makanan ringan.

1380077117-114-79-19-232-57117f04587b612e231d6b48

Mahalnya harga uceng sendiri dikarenakan ikan tersebut hanya mampu berkembangbiak secara alami di habitatnya, sehingga jumlahnya sangat terbatas.

“Mengingat langkanya ikan ini (uceng), kami berencana ingin menjadikan uceng sebagai ikon baru di bidang perikanan. Saat ini kami tengah meneliti agar uceng dapat dikembangbiakkan sendiri,” kata Bupati Temanggung, Bambang Sukarno.

Bambang menambahkan, setelah metode pengembangbiakannya telah mencapai titik kesuksesan, pemerintah berharap akan mengadakan program pemeliharaan massal uceng. Terutama bagi kalangan pelajar.

Dengan mengembangbiakkan sendiri ikan tersebut, para pelajar diharapkan mampu memperoleh penghasilan sendiri untuk membantu pembiayaan pendidikan. Apabila program ini berjalan, bukan tak mungkin uceng menjadi komoditas penyangga perekonomian baru di Kabupaten Temanggung.

“Kalau para pelajar bisa memperoleh penghasilan sendiri dengan memelihara kemudian menjual uceng, bisa dibayangkan dampak perekonomian yang akan dirasakan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan, Disnakan Kabupaten Temanggung, Muhammad Hadi menambahkan, saat ini pihaknya masih terus meneliti seperti apa kehidupan uceng di habitat aslinya, serta mencari formula yang tepat agar ikan ini dapat dibudidayakan secara lebih besar tanpa harus menunggu datangnya musim tertentu.

Pasalnya, sejauh ini produsen hanya mengandalkan tangkapan para nelayan dari Sungai Lutut dan Progo sebagai habitat utama. Meski banyak ditemui di berbagai daerah, namun uceng asli Temanggung diklaim memiliki rasa yang paling gurih.

“Uceng memang terkenal sebagai ikan yang sulit dibudidayakan, tapi kita terus cari terobosan-terobosan baru. Saat ini harga mentah mencapai Rp 100.000 per kilo dan uceng goreng dibanderol Rp 200.000 – Rp 300.000 per kilo. Bukankah ini komoditas yang patut dilirik,” tukasnya.

sumber : merdeka.com

Comments

comments

About admin

Portal Info kota Temanggung

Leave a Reply

x

Check Also

Pohon pisang langka ini punya tandan 2 meter lebih

Tamanam pisang warga Dusun Mendirat, ...

©2017 Made With Love in Temanggung