Seekor sapi berbobot sekitar satu ton mengamuk saat peresmian pasar ternak terpadu Temanggung di Desa Badran Kecamatan Kranggan Temanggung oleh Bupati Temanggung Mulyadi Bambang Sukarno, Jumat (16/12/2016). Sapi yang usai dipajang pada kontes ternak itu lepas dari pemiliknya saat hendak dibawa ke mobil pengangkut. Diduga sapi menjadi stress, melihat keramaian di pasar, karena selama ini banyak di kandang.

sapi-gemuk

Tercatat dua sepeda motor dan dua mobil rusak bagian kabin karena ditabrak sapi. Warga di pasar berhamburan menyelamatkan diri, sapi berhenti setelah menabrak panggung kehormatan untuk peresmian pasar, dan berhasil dijinakkan oleh seorang pawang. Saat sapi mengamuk itu bupati sudah berada di atas mobil untuk meninggalkan lokasi.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Slamet Saryono, mengatakan pasar ternak terpadu yang diresmikan berdiri di atas lahan 1,4 hektare dari total lahan 1,9 hektare. Pembangunan menelan dana Rp 3,7 miliar dan mampu menampung sekitar 1.400 ternak baik kambing, domba dan sapi dan ratusan mobil.

“Kami integrasikan dengan informasi harga ternak dan fasilitasi puskesmas hewan untuk pelayanan pada ternak. Ini yang disebut terpadu,” katanya.

Dikatakan fasilitas di pasar ini baru sekitar 60 persen, perlu sejumlah penambahan fasilitas seperti membangun talut pasar karena kondisi pasar ternak lebih tinggi dari daerah sekitar sehingga rawan longsor, diperlukan pagar keliling untuk mengamankan ternak yang lepas, dan pembuatan saluran drinase, agar air tidak melimpah di sekitar pasar. Selain itu juga perlu atap penutup pada tempat tambatan domba, pembangunan los unggas atau burung dan kantor pasar ternak. “Masih perlu dana 2,5 miliar untuk melengkapi fasilitas di pasar ini,” katanya.

Dia mengatakan di Temanggung terdapat sejumlah pasar ternak, seperti di Selopampang, Kaloran, Gemawang, Tepusen, Pingit dan Tembarak. Pasar ternak yang diresmikan bersamaan dengan pasar ternak Temanggung adalah pasar ternak Kaloran. (Osy)

sumber : krjogja.com

Comments

comments