Home / Berita / Meriahnya Tradisi Kirab 1.000 Ingkung Bebek di Temanggung

Meriahnya Tradisi Kirab 1.000 Ingkung Bebek di Temanggung

Peternak itik di Desa Sukomarto Kecamatan Jumo Temanggung menggelar grebek bebek, sebagai wujud syukur atas nikmat dari Tuhan Yang Maha Esa dan sekaligus menggiatkan even wisata tradisi Minggu (3/12).

Sejumlah warga membawa nasi tumpeng dan ‘ingkung’ bebek menyusuri jalan desa saat tradisi Grebeg Bebek Bentisan, di Sukomarto, Jumo, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (3/12). Dalam tradisi tahunan tersebut masyarakat peternak bebek menyediakan sedikitnya seribu ‘ingkung’ bebek untuk dibagikan kepada pengunjung sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME sekaligus mengenang tokoh pendiri dusun yang juga mempelopori ternak bebek di daerah setempat, Syekh Sayid Abdurrahman. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/kye/17

Grebek diawali dengan kirab 1000 ingkung bebek dari   halaman balai desa setempat menuju makam leluhur desa Simbah Habib Abdurrahman. Pada barisan terdepan warga berpakaian keprajuritan yang sekaligus mengawal Kepala Desa (Kades) beserta istri yang naik andong. Dibelakangnya adalah gunungan hasil bumi dan  seribuan ingkung bebek yang diusung  peternak bebek. Kelompok kesenian pun turut meramaikan even itu.

Setiba  di makam leluhur, warga  berdoa bersama dengan dipimpin ulama desa setempat. Hingga kemudian gunungan hasil bumi beserta ingkung bebek dibagikan pada pengunjung.Namun karena banyaknya pengunjung yang datang akhirnya terjadi saling desak dan berebut.

Warga berebut gunungan Palawija saat tradisi Grebeg Bebek Bentisan, di Sukomarto, Jumo, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (3/12). Dalam tradisi tahunan tersebut masyarakat peternak bebek menyediakan sedikitnya seribu ‘ingkung’ bebek untuk dibagikan kepada pengunjung sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME sekaligus mengenang tokoh pendiri dusun yang juga mempelopori ternak bebek di daerah setempat, Syekh Sayid Abdurrahman. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/kye/17

Kades Sukomarto Miftahuddin mengatakan grebek sebagai even budaya dan wisata yang mampu mendatangkan keuntung dari sisi materi bagi warga, selain penanaman kearifan lokal dan nilai-nilai tradisionalitas.

“Grebek untuk haul Habib Abdurrahman leluhur Desa Sukomarto, sekaligus untuk memperingati peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H/2017 M,” katanya.

loading...

Dikatakan  grebek sebagai ucapan rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan karunia yang diberikan, yang diantaranya adalah bertahan dan semakin berkembangnya bebek lokal yang dari segi produktifitas dalam bertelur dapat optimal.” Bebek dari Sukomarto dapat bertelur hampir sepanjang musim, ” katanya.

Dikatakan warga Desa Sukomarto dahulu sebagian besar adalah peternak bebek dan kini jumlahnya cenderung berkurang. Dimungkinkan karena sebagian peternak atau keturunannya cenderung mencari nafkah disektor industri dan jasa. Maka itu, pihaknya berharap even tersebut, dapat membangkitkan lagi jiwa beternak bebek

Camat Jumo Subkhan Ashadi mengatakan terus mendorong desa tersebut untuk mengembangkan potensi sehingga dapat menjadi salah satu daerah wisata.  ” Dana desa dapat dialokasikan untuk pengembangan wisata,” katanya sembari mengemukakan potensi bebek lokal dapat dikembangkan agar hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

Seorang warga Muhammad Sidiq mengaku senang bisa terlibat dalam acara gerebek itu. ” Warga ikhlas menyokong grebek bebek ini. Desa juga mengalokasikan dana desa untuk kegiatan ini,” katanya. (Osy)

sumber : krjogja.com

About admin

Portal Info kota Temanggung

Leave a Reply

x

Check Also

Temanggung Miliki Laboratorium Tembakau

Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ...

©2017 Made With Love in Temanggung