Home / TMGpedia / Monumen Ini Merupakan Titik Jatuhnya Meteor yang Gemparkan Temanggung Tahun 2001

Monumen Ini Merupakan Titik Jatuhnya Meteor yang Gemparkan Temanggung Tahun 2001

Fenomena alam yang langka pernah terjadi di Kabupaten Temanggung. Pada tanggal 11 Mei 2001, kala itu di pagi hari sekitar pukul 09.00 terdengar suara dentuman yang keras.

Warga Desa Wonotirto, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung panik bukan kepalang. Suara yang sangat keras itu berasal dari meteorit yang jatuh  menghantam Desa Wonotirto.

Sebagai penanda peristiwa langka tersebut, dibuat Monumen Meteorit tepat di titik jatuhnya meteorit. Diresmikan pada Februari tahun 2002, monumen tersebut menjadi salah satu objek wisata di Kabupaten Temanggung.

monumen-meteorit-di-desa-wonotirto_20161222_123813

Monumen dibuat berdasarkan bentuk replika pecahan meteorit yang jatuh. Dikelilingi oleh anak tangga, monumen yang berwarna sedikit perak tersebut tegak berdiri.

Oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) Monumen Meteorit diberi penghargaan sebagai satu-satunya monument tempat jatuhnya meteorit di Indonesia.

Arifin, salah seorang Perangkat Desa Wonotirto, bercerita, peristiwa jatuhnya meteorit membuat warga desa berteriak kaget.

“Suaranya kencang sekali. Dipikir saat itu oleh warga desa ada bom. Istri saya waktu itu mendengar suaranya saat sedang berada di ladang, ada suara keras sekali sebanyak tiga kali. Langsung saat itu dia dan warga desa lain berteriak sambil tiarap,” cerita Arifin kepada Tribun Jateng.

Ia menambahkan, suara yang terdengar mencapai radius kilometer. Usai  peristiwa, pecahan meteorit sempat disimpan oleh Kepala Desa saat itu, Siswadi.

loading...

Lalu dalam perkembangannya, Institut Sains dan Teknologi (IST) Akprind, Yogyakrta mengadakan penelitian terhadap meteorit yang jatuh. Menurut, Arifin pecahan asli meteorit kemudian dibawa oleh pihak (IST) Akprind.

Pada tahun 2010, pihak IST Akprind kemudian mengembalikan pecahan meteorit kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung.

Tidak hanya replika meteorit, di Komplek Monumen Meteorit Wonotirto juga dibuat pondokan-pondokan kecil. Ditambahkan juga bangku-bangku dan meja taman yang terbuat dari bahan semen. Dikelilingi oleh pepohonan rindang, udara di lokasi monumen terasa sangat sejuk.

Suara-suara burung masih terdengar nyaring begitu menginjakkan kaki di kawasan ini. Disekitar kompleks monumen, mata akan dimanja oleh pemandangan lahan perkebunan  serta keindahan alam Gunung Sumbing.

Pembuatan taman, jelas Arifin, memang bertujuan untuk semakin memperbaiki monumen meteorit sebagai objek wisata. Pihak Desa Wonotirto bersama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Temanggung, bekerja sama dalam pembuatan dan pengelolaan taman.

Sayangnya meski cukup bersih dan terawat, masih ada tangan-tangan jahil yang melakukan tindakan tidak terpuji. Di beberapa tembok taman, terlihat coretan-coretan yang merusak keindahan, hal itu diakui oleh Arifin karena kebanyakan mereka yang datang adalah anak muda.

“Kalau anak muda kebanyakan dibuat tempat pacaran. Kalau malam padahal tidak ada penerangan, tetapi ada beberapa yang tetap datang,” tambahnya. (Maulana Ramadhan)

sumber : tribunnews.com

About admin

Portal Info kota Temanggung

Leave a Reply

x

Check Also

Watu Layah, Pesona Alam Hits di Tlogopucang Temanggung

©2017 Made With Love in Temanggung