Home / Berita / Peace Trip : Agar Anak-anak Tahu Agama Tak Ajarkan Permusuhan

Peace Trip : Agar Anak-anak Tahu Agama Tak Ajarkan Permusuhan

Mengajarkan toleransi dan perdamaian dinilai penting untuk dilakukan sejak dini. Misalnya dengan kegiatan yang digelar di Temanggung ini.

Jaringan Narasi Damai Nusantara (NDN) bekerjasama dengan Laskar Bersenyum Temanggung menggelar sebuah program yang ditujukan untuk mengenalkan keberagamaan dengan cara yang menyenangkan untuk anak-anak. Program tersebut dikemas dalam bentuk jalan-jalan damai atau peace trip. Pesertanya anak-anak usia sekolah dasar.

Anak-anak diajak mengunjungi tempat-tempat ibadah agama yang berbeda-beda.

“Anak-anak harus tahu bahwa tidak ada agama yang mengajarkan permusuhan, meski memiliki perbedaan dalam beberapa hal, namun secara garis besar semua agama mengajarkan kebaikan,” ujar Sekjen NDN, Khoirul Anam dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (8/4/2018).

Peace Trip angkatan pertama ini digelar pada Sabtu (7/4) dan diikuti oleh 50 anak dari sejumlah sekolah dasar di Temanggung, Jawa Tengah. Para peserta berasal dari latar belakang agama yang berbeda.

Ketua Laskar Bersenyum, Mokhamad Taftazani menambahkan program ini penting untuk dilakukan. Menurutnya, toleransi harus ditanamkan sejak dini.

“Anak-anak adalah masa depan kita semua, karenanya mereka perlu dibekali dengan pengetahuan yang baik sedini mungkin,” jelasnya.

Perjalanan dimulai pada pagi hari dengan menjadikan Klenteng Cahaya Sakti sebagai lokasi tujuan yang pertama. Di Klenteng ini, peserta Peace Trip disambut langsung oleh Umat Konghucu yang mengaku sangat senang dengan kunjungan ini. Kepada anak-anak, perwakilan dari Klenteng, Edwin Nugraha Prasida menjelaskan bahwa agama mereka menekankan pentingnya merawat kelestarian alam beserta seluruh isinya.

Orang tua peserta mengaku senang dengan adanya program ini. Salah seorang orang tua peseta, Utami mengatakan dirinya sangat bangga anaknya telah mengenal agama lain.
“Karenanya, kita semua harus selalu berbuat baik, bukan saja kepada sesama manusia, tetapi juga kepada semua makhluk yang ada di alam ini, seperti binatang dan tumbuhan,” jelasnya.

Anak-anak tampak sangat antusias di sesi ini, terlebih mereka dibebaskan untuk menjelajah seluruh isi Klenteng yang telah berdiri sejak 1890 ini.

Perjalanan selanjutnya menuju Gereja Kristen Indonesia (GKI) Temanggung. Pendeta dan jemaat gereja yang terletak di tengah kota ini juga telah menunggu kehadiran anak-anak. Di dalam gereja, Pendeta Darmanto Lemanuel menjelaskan beberapa ajaran dasar Kristen, termasuk upacara suci dan hari besar.

Demikian pula yang dilakukan oleh umat Buddha di Vihara Surya Putra di Kaloran, Temanggung. Tak hanya umat Buddha yang hadir, perangkat desa pun turut menyambut kehadiran peserta program ini sambil berpesan agar anak-anak dapat saling belajar dan melengkapi. Di Vihara ini, beberapa peserta yang beragama Buddha sempat melakukan doa bersama.

Tempat ibadah yang menjadi tujuan berikutnya adalah Masjid bersejarah Menggoro di Tembarak. Beberapa peserta yang mengaku belum pernah masuk ke masjid sebelumnya mengaku senang dapat masuk dan turut mendengarkan lantunan Azan Dhuhur.

Beberapa peserta yang beragama Islam lantas melakukan salat jamaah untuk kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang Islam.

Rute terakhir perjalanan yakni Gereja Katholik Santo Paulus. Kedatangan peserta Peace Trip disambut langsung oleh Romo Ibnu Fajar Muhammad, MSF yang sangat antusias menyambut anak-anak. Romo menjelaskan pesan-pesan perdamaian yang dibawa oleh Katholik. Program diakhiri dengan permainan damai Negeri Kompak yang dilakukan di komplek gereja.

“Ini adalah kegiatan yang sangat baik dan saya sangat bangga anak saya dapat mengikutinya, semoga berlanjut,” terangnya.

Salah seorang pengurus Gusdurian yang terlibat dalam kegiatan ini, Diane menjelaskan bahwa jumlah peserta kegiatan kali ini dibatasi 50 orang. Dia berharap kegiatan ini dapat kembali digelar nantinya.

Sehari sebelumnya, apresiasi dan dukungan juga diberikan oleh PJS Bupati Temanggung, Sudarmanto. Dia menyebut program ini penting untuk dilakukan demi masa depan yang lebih baik.

Dukungan dari pemerintah kabupaten dengan menyediakan bis untuk transportasi peserta menuju tempat-tempat ibadah yang telah ditentukan.

Jaringan Narasi Damai Nusantara berencana akan menggelar lebih banyak program di Temanggung dan wilayah sekitar. Kegiatan terdekat yang akan segera dilakukan adalah Peace Train Indonesia 5.
(sip/mbr)

sumber : news.detik.com

Comments

comments

About admin

Portal Info kota Temanggung
x

Check Also

Ritual Sadran 1.000 Ketupat Desa Ngemplak Lestarikan Budaya dan Kembangkan Potensi Wisata Temanggung

Warga Desa Ngemplak Kecamatan Kandangan ...

©2017 Made With Love in Temanggung