Home / Berita / Pemkab Temanggung komitmen kembalikan fungsi pasar tradisional

Pemkab Temanggung komitmen kembalikan fungsi pasar tradisional

Pemerintah Kabupaten Temanggung berkomitmen untuk mengembalikan fungsi pasar tradisional sebagai pusat perekonomian masyarakat. Sebab itu tahun ini pemkab berencana untuk merenovasi sedikitnya dua bangunan. Keduanya yakni Pasar Burung Kerkop Kecamatan Temanggung dan Pasar Kecamatan Kranggan dengan estimasi anggaran sekitar Rp22,5 miliyar.

pasar tradisional

Bupati Temanggung, Bambang Sukarno, mengungkapkan, untuk Pasar Burung Kerkop akan dikucuri anggaran sebesar Rp 1,5 sampai Rp 2,5 miliyar, sedangkan Pasar Induk Kecamatan Kranggan sebesar Rp 20 miliyar.

Menurutnya, perbaikan bangunan pasar tradisonal yang tersebar di berbagai wilayah kecamatan memang tengah menjadi prioritas pemerintah setempat. Alasannya, selain untuk mengubah wajah pasar tradisional yang selama ini masih terkesan kumuh, upaya ini juga untuk merangsang geliat perekonomian masyarakat sekitar. “Kami ingin mengembalikan pasar tradisional seperti zaman dahulu, sebagai pusat perputaran uang dan perekonomian masyarakat,” katanya, kemarin.

Ia menilai, kejayaan pasar tradisonal saat ini tengah mengalami penurunan. Pasar yang dahulu selalu ramai oleh hiruk pikuk aktivitas jual beli masyarakat, sebagian mulai ditinggalkan seiring menjamurnya toko serta pasar modern yang jauh lebih menarik minat masyarakat.

Oleh karenanya, perlu ditempuh langkah menyulap bangunan pasar tradisional menjadi lokasi yang lebih representatif agar pedagang maupun pembeli yang datang merasa lebih nyaman. “Kalau pasarnya bersih dan kompetitif, saya yakin antusias masyarakat untuk datang jauh lebih tinggi,” harapnya.

loading...

Bukan hanya omong kosong belaka, sejak tahun 2016, pemerintah setempat bahkan telah menerbitkan aturan yang berisi larangan sekaligus menghentikan izin pendirian minimarket dan swalayan modern.

Tak hanya menyelamatkan pasar tradisional, langkah ini juga diharapkan mampu menghidupkan kembali warung-warung kelontong di kawasan pedesaan yang mulai kalah bersaing dengan eksistensi toko modern. “Toko modern sudah merambah kawasan pinggiran. Kalau tidak diberi sebuah regulasi khusus, kami khawatir keberadaan warung kelontong akan semakin terancam. Padahal, warung adalah cikal bakal tumbuhnya ekonomi berbasis kerakyatan,” pungkasnya.

sumber : jateng.merdeka.com

Comments

comments

About admin

Portal Info kota Temanggung

Leave a Reply

x

Check Also

Sosialisasikan Sipencatar 2018 di Temanggung, Menhub Ingin Sekolah BPSDMP Berkelas Dunia

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ...

©2017 Made With Love in Temanggung