Home / Berita / Perjalanan Prison of Blues dari Temanggung ke Inggris

Perjalanan Prison of Blues dari Temanggung ke Inggris

Temanggung Danse Macabre. Ghoul Groove Greasers. Dead Elvis and Disgraceland itulah julukan untuk band Prison of Blues dari sang penulis, Rudolf Dethu.

“Well, barangkali perumpamaan di atas agak berlebihan. Hiperbola. Namun dalam skala mini kira-kira fenomena yang terjadi semacam itulah. Prison of Blues, kuartet asal Temanggung, kota yang relatif kurang tenar kiprahnya di skena musik ternyata mampu berbicara di kancah global,” jelas Dethu dalam laman pribadinya.

Pada 14 September 2016, Prison of Blues berangkat ke London. Bowo Prisoner (gitar, vokal), Nho Heart (gitar), Aldino (bass), Joe Hard (drum), serta satu musisi tambahan Novan (organ) mendapat undangan tampil di Bedlam Breakout.

Bedlam Breakout adalah sebuah festival khusus psychobilly yang telah masuk tahun ke-17 serta selalu diadakan di Northampton, 100an ke arah barat daya London.

Prison of Blues tampil pada 18 September 2016.

Setelah itu disambung di hari yang sama main di The Bear, bar yang lokasinya cukup berdekatan dengan lokasi konser, The Roadmender.

“Kala berada di London, satu hal yang wajib dilakukan apalagi anda musisi atau lekat dengan musik adalah berpose menyeberangi zebra cross meniru The Beatles di Abbey Road, sebuah jalan di Utara London. Begitu pula kami. Wajib. Harus. Mesti.

punakawan-psychobilly-wrecking-abbey

Kami sengaja berangkat agak pagi. Dari informasi yang kami dapat, jika tiba siang di Abbey Road maka kita bakal berebut dengan orang-orang lain untuk mengambil foto. Alias mesti rela berlama-lama antri. Atau jika lebih sial: berpose bersama orang lain di dalam foto, gak asek. Sementara kami pengennya berpose eksklusif, sebisanya mirip The Beatles di sampul album Abbey Road.

Ternyata ketika kami tiba di TKP, telah cukup berlimpah orang yang punya niat senada dengan kami. Dengan sabar kami menunggu giliran sampai bisa berfoto bak John, Paul, George, dan Ringo. (Bohong, ah, kami agak barbar, sedikit menyerobot seraya menghentikan barisan penyeberang, agar kami memperoleh kesempatan berpose paling cihuy. Hihi. Maafkan kami kaum miskin sopan santun ini),” papar Dethu.

sumber : bicaramusik.id

Comments

comments

About admin

Portal Info kota Temanggung

Leave a Reply

x

Check Also

Ritual Sadran 1.000 Ketupat Desa Ngemplak Lestarikan Budaya dan Kembangkan Potensi Wisata Temanggung

Warga Desa Ngemplak Kecamatan Kandangan ...

©2017 Made With Love in Temanggung