Home / Berita / Petani Desa Ketitang Gelar Sadranan

Petani Desa Ketitang Gelar Sadranan

Warga Desa Ketitang Kecamatan Jumo Temanggung menggelar ritual adat sadran Ketitang di komplek pemakaman pepunden setempat sebagai wujud syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang diberikan, Jumat (27/10/2017).

Sebelumnya warga berjalan beriringan dari depan masjid setempat dengan membawa makanan. Sebuah gunungan yang tersusun dari hasil bumi diarak berkeliling desa sebelum sampai ke komplek pepunden. Di kompleks tersebut makanan yang dibawa di makan bersama.

Warga mengikuti sadranan Ketitang.(Foto : Zaini Arrosyid)

Juru kunci makan Jufriyanto mengatakan ritual selain wujud syukur pada Tuhan juga berharap pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Temanggung 2018 berjalan lancar, demokratis dan terpilih pemimpin punya legitimasi tinggi dan pro rakyat.

“Rakyat berharap meningkat kesejahteraanya, maka itu di even pilkada terpilih pemimpin yang mengerti rakyat dan berjuang untuk kesejahteraan rakyat,” katanya.

Dikatakan ritual adat sadranan di Desa Ketitang berlangsung dua kali yakni pada bulan Safar dan Maulud pada perhitungan bulan Islam Jawa. Tidak hanya warga desa setempat yang mengikuti namun juga dari luar kabupaten seperti Wonosobo, Magelang, dan Yogyakarta serta warga sejumlah kabupaten di pantai utara.

“Kami gelar wayang kulit, yang berlangsung selama dua malam, dalam rangkaian sadaranan. Wayang kulit ini sekaligus untuk meruwat pemukiman sehingga terlepas dari mara bahaya,” katanya.

Dikemukakan di komplek pemakaman itu ada makam Tumenggung Mangkuyudo yang merupakan ulama besar di kerajaan Demak pada eranya. Ia bertugas menyebarkan agama Islam di wilayah Kedu yakni Temanggung, Wonosobo dan Magelang. Ia dibantu kiai Abdurrahman, eyang Proyogati, eyang Surodilogo dan eyang Notoyudo.

“Di komplek makam ini yang ada makam kiai Abdurrahman dan Tumenggung Mangkuyudo. Pada malam tertentu banyak warga berziarah untuk berdoa,” katanya.

Dia menyampaikan ritual guna melestarikan budaya dan adat istiadat serta mewariskan kearifan lokal yang diantaranya kegotongroyongan, kebersamaan, mencintai alam semesta, dan kedamaian serta kesederhanaan.(Osy)

sumber : krjogja.com

Comments

comments

About admin

Portal Info kota Temanggung

Leave a Reply

x

Check Also

Kebakaran di Gunung Sumbing Meluas, BPBD Datangkan Helikopter Kamov

Sudah lebih dari sepekan, kabakaran ...

©2017 Made With Love in Temanggung