Pegawai Negri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Temanggung, tidak diperbolehkan menerima parsel dalam bentuk apapun dan dari manapun pada Lebaran tahun ini. Selain itu, PNS juga dilarang keras mengunakan mobil dinas untuk kepentingan pulang kampung atau mudik sebagaimana lazimnya saat Hari Raya Idul Fitri.

Parcel Lebaran Di Balikpapan Harga Rp.750rb
gambar : tokoparcelmurah.blogspot.com

“Tidak boleh, tidak ada parsel-parselan bagi siapapun yang berstatus PNS di Kabupaten Temanggung. Mobil dinas juga jangan dibawa pulang untuk mudik,”ujar Bupati Temanggung Bambang Sukarno, kemarin.

Menurut dia, larangan itu bukan hanya karena pemerintah pusat juga melakukan hal yang sama, tapi juga berdasar himbauan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Undang Undang 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) melarang PNS menerima imbalan dalam bentuk uang dan barang, terkait dengan jabatannya.

“Berdasarkan aturan dari pemerintah pusat, penerimaan parsel atau hadiah kepada PNS bisa dianggap gratifikasi atau sebuah suap. Aturan dari pusat sudah jelas melarang, kita tinggal ikuti saja. Jelas tidak boleh, jangan terlalu ambil risiko, wong cuma dua hari saja,”katanya.

Dikatakan, PNS telah  menerima tunjangan hari raya (THR) satu kali gaji menjelang Lebaran. Maka secara moral tidak etis jika masih menerima parsel atau menggunakan mobil dinas untuk mudik. Bambang juga berjanji, dirinya juga tidak akan mengunakan mobil dinas untuk kepentingan selama Lebaran. Selama liburan Lebaran mobil dinasnya tidak akan dibawa pulang ke rumah pribadinya.

“Saya juga sudah komitmen tidak akan mengunakan mobil dinas, saya tidak hanya melarang tapi saya juga harus memberikan contoh. Wong cuma dua hari, misal saya ke Petarangan kan tinggal nyopir sendiri,”tuturya.

Pemerintah pun akan memberi sanksi kepada pegawai yang nekat menerima parsel dan menggunakan kendaraan operasional untuk mudik. Instruksi pengawasan PNS selama Lebaran telah disampaikan pula kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Bambang mengimbau, jika ada PNS di Temanggung mendapat kiriman parsel dan nama pengirim serta alamatnya jelas, maka parcel atau hadiah itu, sebaiknya dikembalikan lagi kepada pengirimnya.

sumber : Raditia Yoni Ariya/CN39/SM Network) / suaramerdeka.com

Comments

comments