SIMPATISAN Islamic State (IS) dan Islam garis keras (Igaras) disinyalir banyak terdapat di daerah Temanggung, Jawa Tengah. Kondisi itu membuat Temanggung tidak betul-betul aman dari paham radikal.

1477056057_isis

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Temanggung, Ajun Komisaris Besar (AKB) Wahyu Wim Hardjanto, mengatakan, selama dirinya menjabat sebagai Kapolres di Temanggung sudah dua kali menemukan bendera dan atribut Is di daerah itu, yakni di Kecamatan Gemawang dan Kecamatan Kledung.

“Dua kali temuan itu mengindikasikan bahwa di Temanggung mungkin banyak simpatisan IS. Hanya saja, kita tidak bisa menyebut mereka IS karena kurang bukti yang kuat. Dari pengakuan mereka hanya meniru dari internet,” ujar Wahyu, Jumat (21/10).

Adanya fenomena tersebut, menurut Wahyu, membuat Temanggung harus selalu siaga dan mewaspadai berkembangnya IS.

Ia menyontohkan, kasus temuan atribut IS di Gemawang beberapa waktu lalu dibuat dan dipasang di salah satu rumah penduduk yang merupakan asli Temanggung.

Adapun temuan atribut menyerupai bendera IS di Kecamatan Kledung dibawa oleh orang luar atau bukan penduduk Temanggung. Selain dua temuan terkait IS, menurut Wahyu, pihaknya juga pernah menangkap sejumlah orang yang kedapatan melakukan pelatihan semimiliter di Gunung Sumbing. Mereka pun diduga berasal dari kelompok Igaras.

“Indikasi berkembangnya Igaras dan IS tersebut membuat kita harus makin waspada. Kita juga sudah melakukan pemetaan daerah-daerah yang rawan perkembangan kelompok itu,” ujar Wahyu. (OL-4)

sumber : mediaindonesia.com

Comments

comments