Home / Berita / Polisi Gerebek Latihan Militer di Gunung Sumbing

Polisi Gerebek Latihan Militer di Gunung Sumbing

Aparat dari Polres Temanggung menggerebek rumah milik Suparlan (33), warga Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, lantaran diduga menjadi tempat transit kelompok garis keras yang melaksankan pelatihan militer di Gunung Sumbing.

teroris

pic : krjogja.com

Polisi hanya mendapati satu orang atas nama Ahmad Miftah (15) lalu diamankan untuk dimintai keterangan. Sedangkan puluhan orang yang diduga peserta latihan telah naik ke Gunung Sumbing dan hingga malam hari belum turun, bahkan diduga bersembunyi.

“Setahu saya mereka adalah warga Dusun Jambon dan lainnya dari Solo, katanya latihan perang, latihan seperti teroris. Lokasinya di hutan Gunung Sumbing jarak dari permukiman 5 kilometer. Ini ada satu warga kami dimintai keterangan yang mengawasi latihan, kalau puluhan orang itu belum turun sepertinya ketakutan,” ujar Kepala Desa Gandurejo Komarudin (38), Jumat (19/2) malam.

Menurut dia, indikasi ada latihan militer oleh orang sipil itu sudah lama dan meresahkan warga desanya. Diperkirakan banyak Warga Jambon yang mengikuti latihan tersebut, terlebih selama ini ada sekolompok warga di sana enggan mengikuti kegiatan negara seperti pemilu dengan jumlah sekitar 400 orang. Di situ ada beberapa kelompok, ada pengikut Ustad Abu Bakar Baasyir, ada LDII, dan lainnya.

loading...

Dari penelusuran Suara Merdeka, orang-orang yang ikut pelatihan itu diangkut menggunakan tiga mobil, yakni jenis ambulance pelat AD 8921 SH, Suzuki Carry AD 9122 NF, dan L300. Rombongan asal Solo dan Jambon itu naik ke gunung wilayah Perhutani Sikendil Wonotirto, sekitar pukul 08.30 dengan transit di rumah warga Jambon bernama Suparlan.

Jumlah orang diperkirakan mencapai 50 orang, dengan rincian 30 berasal dari Solo, lalu 20 dari Desa Gandurejo Bulu. Mereka diduga dari kelompok Jamaah Ansorut Syariah (JAS). Peserta pelatihan mengenakan sepatu PDL, celana hitam PDL, kaus JAS, rangsel punggung dan alas tidur.

Dari penggerebekan polisi mengamankan lima pucuk senapan angin, tiga buah sangkur, satu tas berisi buku dan bendera lambang keagamaan. Adapun Mitfah, yang dimintai keterangan polisi hanya ditunjuk untuk menjaga mobil milik peserta latihan.

sumber : (Raditia Yoni Ariya/CN34/SM Network) / suaramerdeka.com

About admin

Portal Info kota Temanggung

One comment

  1. Yg buat berita terlalu heboh hahaha.. JAS lg latihan tanggap bencana itu.. Iya bawa senapan angin, krn di hutan sumbing msh bnyak babi hutan… Toh akhirnya mereka di pulangkan krn gak ada cukup bukti.. Kalo buat berita yg bener mas, jgn provokatif lalu menggiring opini masyarakat..

Leave a Reply

x

Check Also

Ganjar Angkat 1000 Kuda Lumping jadi Event Wisata Dahsyat

Pada era gubernur terdahulu, kuda ...

©2017 Made With Love in Temanggung