Home / Berita / PT Djarum Beli 4.500 Ton Tembakau

PT Djarum Beli 4.500 Ton Tembakau

Pabrik Rokok Djarum Kudus berencana akan membeli sebanyak 4.500 ton tembakau dari para petani di Kabupaten Temanggung pada masa panen 2017.

Rencana pembelian itu sama dengan saat masa panen 2016, meski kenyataannya, Djarum lalu membeli tembakau melebihi kuota tersebut. Hal itu diungkapkan perwakilan dari PR Djarum Kudus, Slamet Suradi, ketika menjadi pembicara dalam ’’ Sosialiasi Pertembakauan Musim Panen 2017, Kegiatan Sosialisasi di Bidang Cukai’’ di Pendapa Pengayoman, kemarin. Acara tersebut diadakan oleh Bagian Perekonomian Setda.

menjemur-tembakau-810x540 (1)

Pembicara lain dalam kegiatan yang diikuti ratusan perwakilan kelompok tani desa-desa penghasil tembakau di Kabupaten Temanggung itu adalah, Titiek Yulianti (Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat Malang), Wahyu Kustiningsih (Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM), dan Myasto (Dinas Pertanian dan Perkebunan). ’’ Sama seperti 2016, pada 2017 ini, Djarum juga merencanakan kuota pembelian tembakau rajangan dari Temanggung 4.500 ton, dengan kriteria kualitas sesuai dengan kebutuhan pabrik,’’ tandas Slamet.

Hasil Panen Tidak Terbeli

Meski 2016 lalu, banyak petani tembakau di Kabupaten Temanggung yang mengeluh karena hasil panennya tidak terbeli, namun menurut Slamet, saat itu Djarum justru membeli tembakau Temanggung melebihi kuota yang ditentukannya. Yakni, hingga mencapai 4.800 ton, atau lebih banyak 300 ton dari kuota. ’’Kalau ternyata masih banyak tembakau yang belum terbeli ketika masa panen 2016 lalu, maka perlu ditanyakan kepada pabrikpabrik rokok yang lain. Sebab, kami justru telah membeli melebihi kuota yang direncanakan,’’ tuturnya.

Diakuinya, pada masa panen 2016, tembakau yang dihasilkan para petani Temanggung memang kualitasnya kurang bagus lantaran pengaruh cuaca. Namun, Djarum tetap melakukan pembelian tembakau itu, selama kualitasnya masih dalam batas toleransi untuk dapat diolah menjadi bahan rokok. ’’Kami juga tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi petani yang telah menanam dan mengolah tembakau itu, terlebih ada yang masuk program kemitraan dengan Djarum. Sehingga, meski kualitasnya kurang baik, kami berupaya tetap membelinya,’’ imbuhnya.

Berkait dengan informasi prakiraan cuaca untuk keperluan penanaman tembakau 2017, yang biasanya telah dimiliki pabrik rokok, Slamet mengaku, saat ini Djarum belum memilikinya. Informasi prakiraan cuaca yang dimiliki pabrik rokok, baru sebatas untuk Februari ini. ’’ Menurut prakiraan cuaca, Ferbuari ini masih netral, namun itu belum bisa menjadi acuan guna menentukan baik atau tidaknya kualitas tebakau yang dihasilkan pada 2017. Sebab, masih akan ditentukan oleh kondisi cuaca pada bulan-bulan berikutnya hingga masa panen,’’ terangnya.

Asisten I Setda Suyono, ketika menutup sosialisasi itu, berharap hasil panen tembakau 2017 ini akan baik, seperti halnya pada 2011. Masa panen 2011 merupakan terakhir kali petani merasakan hasil panen dengan mutu bagus dan harga mahal, setelah tahun itu kondisinya terus menurun hingga 2016. (H24-36)

sumber : suaramerdeka.com

Comments

comments

About admin

Portal Info kota Temanggung

Leave a Reply

x

Check Also

Pemkab Temanggung: Jangan Percaya Makelar CPNS!

Pemerintah Kabupaten Temanggung mengingatkan pada ...

©2017 Made With Love in Temanggung