Ratusan petani tembakau dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) berbagai daerah di Jawa Tengah, menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin (9/1/2017).

Mereka menuntut pemerintah menghapus kebijakan impor tembakau dari luar negeri.

Mereka berasal dari Kabupaten Klaten, Boyolali, Demak, Wonosobo dan Kabupaten Temanggung. Mereka berangkat dari daerah masing-masing menaiki bus yang berjumlah 12 armada.

demo-petani-tembakau

Dalam aksinya, mereka melakukan orasi serta membentangkan spanduk dan poster berisi tuntutan dan penolakan kebijakan pemerintah melakukan impor tembakau. Selain itu, juga mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Pertembakauan.

Koordinator aksi, Ariyanto Sigit mengatakan, aksi para petani tembakau ini dilatarbelakangi keresahan petani, karena DPR RI tak segera mengesahkan RUU. Hal ini membuat nasib petani dirasa terkatung-katung karena pemerintah masih terus melakukan impor tembakau.

“Dana cukai Rp170 triliyun, tapi ironis kebijakan pemerintah sangat merugikan petani tembakau dalam negeri. Maka tuntutan kami menolak impor tembakau,” kata Sigit.

Ketua APTI Jateng, Wisnu Brata menambahkan, selain mendesak pembatasan hingga penghentian impor tembakau, Petani juga mendesak agar Presiden Joko Widodo juga bisa segera mendorong DPR untuk mengesahkan RUU Pertembakauan yang saat ini drafnya sudah ada di meja DPR.

Jika RUU itu disahkan, lanjutnya, maka sejumlah kebijakan yang berpihak para petani akan dapat langsung dirasakan. Utamanya menyangkut pengendalian kuota impor tembakau yang kini mencapai 65 persen.

“Pemerintah harus memproteksi ini. Maka kami minta gubernur Ganjar agar menyampaikan ke pak Presiden. Produk kami sudah mencukupi kebutuhan tembakau Indonesia, ” kata Wisnu.

Wisnu mengaku APTI Jateng juga akan menggelar aksi serupa dengan mengerahkan 10.000 petani pada  17 Januari 2017 mendatang.

“Kita akan pastikan bahwa aspirasi kami didengar. Ini semata agar pemerintah tahu bahwa kebijakan impor tembakau telah memiskinkan para petani, ” ujarnya.

Di tengah aksi, masa juga menampilkan kesenian tradisional berupa angklung. Setelah beberapa saat melakukan orasi, perwakilan masa ditemui oleh perwakilan pemerintah Provinsi Jateng, yakni Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Heru Setiadie dan dinas terkait.

sumber : tribunnews.com

Comments

comments