Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan pembuatan rencana induk (master plan) pengembagan Situs Liyangan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah selesai pada 2016.

liyangan-1-640x320

“Melalui ‘master plan’ itu akan diketahui rencana pengembangan Situs Liyangan ke depan dan siapa bertanggung jawab apa,” kata Diren Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid di Temanggung, Sabtu.

Usai meninjau Situs Liyangan di lereng Gunung Sindoro, Desa Purbosari, Hilmar mengatakan rencana induk plan yang dimaksud dalam proses penyusunan setelah beberapa waktu lalu dilakukan kajian.

Hasil terpenting dari kajian deliniasi adalah zonasi dan luas Situs Liyangan diperkirakan mencapai 24 hektare.

Setelah rencana induk selesai dan ditetapkan, katanya pemerintah daerah diharapkan mengerjakan yang pokok, yakni pembebasan lahan di zona inti dan lahan untuk pembangunan museum yang bakal dibangun 2017. Museum ini berjarak 200 meter dari perkiraan zona inti.

Ia mengatakan sering ada situs bagus tetapi tidak ada informasinya sehingga masyarakat yang datang tahunya hanya tumpukan batu, padahal ada cerita panjang.

“Museum itu gunanya untuk memberikan informasi atau untuk melengkapi keberadaan situs,” katanya.

Ia menuturkan pemerintah pusat sesuai kewenangannya melakukan pemugaran. Nantinya batu-batu yang bertumpuk di Situs Liyangan direkonstruksi berdasarkan penelitian arkeologis.

Bupati Temanggung Bambang Sukarno yang mendampingi Hilman Farid mengatakan bakal membebaskan lahan seluas satu hektare untuk pembangunan museum kepurbakalaan. Pembebasan lahan yang lain akan dilakukan bertahap.

Ia mengakui pada pembahasan APBD 2016, DPRD menolak alokasi anggaran untuk pembelian lahan di situs Liyangan karena tidak ada dasar hukumnya. Kini telah ada dasar hukum berupa hasil kajian deliniasi, yang tentu DPRD akan menyetujui alokasi anggaran untuk pembelian tanah di situs Liyangan. (jn03/ant)

sumber : jowonews.com

Comments

comments