Bupati Temanggung Mulyadi Bambang Sukarno meluncurkan tembakau varietas Kemloko 4, 5 dan 6 Agribun untuk dibudidaya masyarakat, di areal pengembangan Kelompok Tani Karya Peni di Lingkungan Bakungan Kelurahan Tlogorejo Temanggung, Kamis (07/09/2017).

Bupati Temanggung Mulyadi Bambang Sukarno mengatakan varietas Kemloko 4, 5 dan 6 Agribun merupakan produk terbaru dari Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balitas) Malang yang penelitiannya bekerjasama dengan Pemkab Temanggung. “Peluncuran dilakukan setelah dinyatakan lolos uji, petani sudah bisa memperolehnya dengan meminta pada Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan,” katanya.

Dia mengatakan peluncuran Kemloko 4, 5 dan 6 Agribun bertepatan pada musim panen tembakau 2017, setelah sebelumnya ditanam untuk diambil bijinya guna dibudidaya masyarakat. “Daun tembakau sangat bagus, lebarnya sampai 50 centimeter dan jumlah daunnya dapat mencapai 22 lembar,” katanya.

Dia menyampaikan musim tahun ini sangat mendukung untuk budidaya tembakau. Ini dibuktikan dengan kualitas tembakau yang dihasilkan. Hasil dari variets Kemloko 4, 5 dan 6 Agribun  di lahan juga bagus. Varietas ini lebih baik dibanding pendahulunya, yakni kemloko 1, 2 dan 3 yang diperkenalkan dan ditanam petani dalam 15 tahun terakhir. “Semoga varietas ini dapat meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Temanggung Masrik Amin mengatakan luas tanaman tembakau di Kabupaten Temanggung antara 15 – 19 ribu hektare. Luasan itu baik sawah dan tegalan di lereng Gunung Perahu, Sumbing dan Sindoro.

Dikatakan penelitian varietas 4, 5 dan 6 Agribun tersebut dimulai sekitar 3 tahun lalu untuk perbaikan kualitas varietas sebelumnya. Pada April lalu dinyatakan lolos uji dan dimulai pembenihan untuk dibagikan pada masyarakat yang berminat.

Hasil benih awal sebanyak 60 gram yang ditanam di Nampirejo dan Bakungan. Hasil penanaman ini sekitar 8 kilogram benih yang dapat untuk menanam sekitar lebih dari separuh areal tembakau di Temanggung.

“Varietas ini lebih lebar, batang kuat dan tahan 3 penyakit yakni nematoda, bakteri dan jamur yang bikin daun layu,” katanya sembari mengatakan tanaman varietas tersebut hasilnya antara 0,9 – 1 ton per hektare, lebih besar dibanding generasi sebelumnya yang 0,7 ton per hektare. (Osy)

sumber : krjogja.com

Comments

comments