Sepanjang 2016 Pengadilan Agama (PA) Temanggung  memutus perkara perceraian sebanyak 1462, yang terdiri cerai talak 450 perkara dan cerai gugat 1012 perkara. Bila dihitung perhari sekitar 6 perkara, dengan begitu 6 perempuan diputus menjanda dan 6 lelaki menduda.

maraknya-fenomena-perceraian-suami-istri-di-tangerang-9NVC25CJ5O
pic : okezone.com

Panitera Muda Hukum Pengadilan Anak Temanggung Rohmad Rizal Senin (9/1) mengatakan perkara perceraian yang masuk di tahun 2016 sebanyak 1470, dengan rincian cerai talak 481 dan cerai gugat 989. “Total perkara yang ditangani 1470, dan berhasil diputus sebanyak 1462 perkara,” katanya.

Dia mengatakan bila dihitung, kasus perceraian tiap bulannya, memutus 121 perkara, dengan asumsi efektif 5 hari masuk kerja, maka dalam sebulan ada 20 hari, atau 6 perkara diputus per hari.

Dia menjelaskan cerai gugat yang dimaksud adalah perceraian atas permintaan atau gugatan istri, adapun talak cerai, perceraian atas kehendak suami. Gugat cerai cukup dominan, bila dibanding dengan talak cerai.

Dia menyatakan perceraian disebabkan beberapa faktor seperti suami atau istri tidak bertanggung jawab, menjalin kasih dengan yang lain, kurangnya komitmen dalam pernikahan dan persoalan ekonomi. Menurutnya, perceraian yang disebabkan persoalan ekonomi pada tahun 2016 ternyata sedikit. Kesimpulan sementara, persoalan ekonomi bukan menjadi pemicu utama atau satu-satunya terjadinya perceraian.

“ Tiap ada perkara masuk, kami berusaha mendamaikan, namun, jika tetap ngotot bercerai dan sudah tak bisa dirukunkan kembali, maka kami serahkan kemauan pemohon,” katanya. (Osy)

sumber : krjogja.com

Comments

comments