Masyarakat di Dusun Pager Jurang, Desa Jamusan, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung dikagetkan dengan temuan tiga bunga bangkai yang tumbuh subur di sebuah kebun kopi milik warga setempat.

bunga-bangkai
LANGKA – Siswa SD melihat secara lebih dekat bunga bangkai yang tumbuh di halaman salah seorang warga Dusun Pager Jurang, Desa Jamusan, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung. rizal ifan/temanggung ekspres.

Khawatir bunga yang terbilang endemik langka ini rusak, salah seorang warga, Sumarti (42) lantas memindahkan ke halaman rumah miliknya. “Pertama kali bunga bangkai ini ditemukan secara tidak sengaja oleh ibu saya, Paikem (60) saat melintas di kebun kopi. Saat ditemukan tiga hari lalu (tanggal 5 Nopember) bentuknya masih kuncup. Terus saya pindahkan saja ke halaman rumah sampai kemarin mulai terlihat mekar,” jelasnya, Selasa (8/11).

Menurutnya, bunga setinggi 30 sentimeter dengan diameter 20 sentimeter tersebut terus menerus mengeluarkan bau busuk dan amis menyerupai bangkai. Bahkan, semakin menyengat saat malam hari tiba.

Meski terbilang langka, namun imbuhnya, ada sebagian warga yang tidak begitu terkejut. Pasalnya, bunga bangkai ini bukan pertama kali yang tumbuh di desa itu. “Saat pertama ditemukan jumlahnya tiga buah. Tapi yang dua sudah diminta tetangga. Masyarakat sini ada yang sudah familiar dengan bunga ini. Mereka menyebut dengan istilah Suweg. Umbinya juga sering dijadikan makanan dengan cara direbus. Bentuknya seperti bengkoang dan rasanya seperti ketela pohon,” bebernya.

Bunga bangkai sendiri memiliki nama latin atau ilmiah amorphopallus lantaran bentuknya yang menyerupai penis rusak, dan dalam suku talas talasan. Bunga bangkai juga biasa tumbuh di wilayah beriklim tropis dan ugahari seperti vegetasi hutan maupun lahan lahan pertanian. (riz)

sumber : radarpekalongan.com

Comments

comments